Oleh; Arahmadan Jaminur Berutu
Penulis Merupakan Mahasiswa Fuad Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe
Pesatnya perkembangan zaman seperti yang dirasakan saat ini, disebabkan oleh banyak hal yang menjadi faktornya. Kemudian dari faktor tersebut menghasilkan banyak perubahan yang terjadi, baik perubahan pada lingkungan sosial maupun perubahan pada setiap individu. Salah satu faktor penyebabnya ialah teknologi yang terus menerus berkembang seiring perubahan zaman. Dengan teknologi tersebut, informasi dapat diakses dengan mudah bahkan dalam waktu yang singkat dan keakuratan yang tinggi. Teknologi tersebut tidak hanya mempermudah mendapatkan informasi, tetapi juga memudahkan untuk menyampaikan suatu informasi. Salah satu hasil dari perkembangan teknologi tersebut seperti adanya metode-metode dakwah digital yang lebih kekinian dibandingkan dengan dakwah pada zaman terdahulu yang cukup terbatas sehingga dalam pelaksanaannya hanya dapat dilakukan dengan cara langsung atau secara tatap muka. Maka dengan perkembangan teknologi, kegiatan dakwah menjadi lebih mudah dan lebih praktis dengan hanya memperoleh konten dakwah yang bersumber dari media sosial. Menariknya, dakwah digital merupakan salah satu fenomena yang perlu dibahas untuk memahami perubahan cara berkomunikasi dalam dakwah tersebut. Lain daripada itu, pemahaman tersebut juga merupakan kebutuhan agar dapat menelaah penjangkauan dakwah tersebut kepada khalayak luas dengan mempertahankan relevansinya.
Dakwah digital merupakan kegiatan dakwah yang dilakukan melalui media sosial, baik itu dari website atau platfrom media sosial yang lainnya. Menurut data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2023, lebih dari 70% penduduk Indonesia aktif menggunakan internet, sehingga potensi dakwah melalui media digital sangat besar. Platfrom tersebut seperti adanya channel youtube, tiktok, Instagram dan lain-lain. Yang dimana Platfrom tersebut membuka ruang khusus untuk belajar atau mengajarkan dakwah-dakwah islam, seperti halnya melalui video pendek atau live streaming, konten dakwah bisa dikemas lebih praktis, sehingga pengguna lebih mudah memilih sesuai apa yang dibutuhkan, berbeda dengan dakwah yang dilakukan pada zaman terdahulu yang terbatas oleh ruang dan waktu.
Dikarenakan metode dakwah kekinian yang lebih bersifat dua arah, seperti dengan adanya fitur komentar, maka pengguna dapat langsung bertanya kepada penceramah. Hal ini dapat membangun pemahaman yang lebih kuat. sehingga dakwah tidak hanya menjadi komunikasi yang dilakukan dengan satu arah saja dan menjadi dialog kontruktif.
Dengan adanya dakwah digital yang dilakukan dengan metode kekinian atau bahkan lebih maju lagi, maka ini bisa menjadi suatu peluang yang begitu besar untuk menyebarluaskan nilai-nilai dan ajaran keagamaan agar lebih mudah difahami dan tetap relevan. Penyebaran yang lebih cepat serta interaksi dua arah menjadi suatu keuggulan yang tidak dimiliki metode dakwah yang apabila dilakukan secara tradisional.









