Home / Pendidikan / Mengisi Kemerdekaan Dengan Mengedukasi Generasi Akan Jatidiri Bangsa

Mengisi Kemerdekaan Dengan Mengedukasi Generasi Akan Jatidiri Bangsa

Aĺlah SWT  Sang Maha Pendidik memberi the way of life dalam kitab suci-Nya tentang bagaimana semestinya generasi muda mensyukuri nikmat hidup di dalam negara yang Allah anugrahi kemerdekaan. Di antaranya pada dua ayat terakhir dalam surat al insyirah; Faidza faraghta fanshob jika telah selesai satu kegiatan maka, isilah dengan kegiatan lainnya dengan kegiatan yang positif yang Allah ridhoi wa ilaa rabbika farghob.

Organisasi Masa ke-islamanan. Nahdhotul Ulama telah semenjak dahulu kala mendidik generasi bangsa, dalam berjuang mempertahankan negara dan bangsa ini dengan terus senantiasa mengenalkan jati diri bangsa yang bernegara dan tetap beragama, beragama tapi juga tetap bernegara.

Para filusuf dahulu kala baik di timur maupun barat, telah menyadarkan akan hal ini. Di antaranya JJ Rusou. Jong Jacque Rusou, filusuf Prancis abad 18, Adalah filuauf aliran Romantisme, sebuah aliran filsafat yang lebih mendahulukan roso di atas rasio. Trust your feeling atau dalam bahasa kaum sarungan:  sal domiirak (tanya hati nuranimu / instrospeksi / Teposeliro).

Karena sejak kecil J J Rusou sering mendapatkan banyak orang yang merasa pandai daripada pandai merasa. Disamping pakar dalam filsafat pendidikan, beliau yang pada masa kecilnya broken home dan mestinya jadi sampah masyarakat atau merusak sistem.sosial. namun, yang ada malah beliaulah pengkarsa revolusi renesaince di Prancia. Dalam bukunya yang berjudul La Religion civile  J.J.Rusou  menelurkan sebuah idea dalam bernegara yang beragama dan beragama yang bernegara.

Mencari titik temu antara hal yg universal dalam tiap agama. Di Nusantara  titik kulminasi kalimatus sawa nya itu adalah Pancasila. Jauh sebelumnya di Madinah, Rasulullah saw melahirkan piagam madinah. Generasi kita saat ini harus senantiasa diperkenalkan apa saja jati diri bangsa yang esensinya menjadi konsep Pancasila, dan bagaimana mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Ada beberapa pendapat tentang karakter positif yang dapat diterapkan oleh sebuah bangsa berdasarkan filosofi Barat yang harus kita jaga agar terpatri pada generasi kita;antara lain:

  1. Kerja keras dan ketekunan: “Hardship often prepares an ordinary person for an extraordinary destiny” yang berarti kesulitan sering kali mempersiapkan orang biasa untuk mencapai tujuan yang luar biasa (Christopher Markus).
  2. Kemandirian dan kebebasan: “Liberty consists in doing what one desires” yang berarti kebebasan terdiri dari melakukan apa yang diinginkan (John Stuart Mill).
  3. Kebijaksanaan dan pengetahuan: “The highest activity a human being can attain is learning for understanding, because to understand is to be free” yang berarti kegiatan tertinggi yang dapat dicapai manusia adalah belajar untuk memahami, karena memahami berarti bebas (Baruch Spinoza).
  4. Kompasion dan empati: “Compassionate toward yourself, you reconcile all beings in the world” yang berarti bersikap empati terhadap diri sendiri, Anda mendamaikan semua makhluk di dunia (Lao Tzu).
  5. Keberanian dan ketabahan: “The brave man is he who overcomes not only his enemies but his pleasures” yang berarti orang berani adalah dia yang mengatasi tidak hanya musuh-musuhnya tetapi juga kesenangannya (Democritus).

Berikut beberapa ayat Al-Quran dan hadits yang membahas tentang karakter masyarakat yang suka bermusyawarah dan saling kasih sayang:

            Ayat Al-Quran tentang Musyawarah

  1. “Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.” (QS. Ali ‘Imran: 159)
  2. “Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka adalah menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. At-Taubah: 71)

            Dalam Hadits diterangkan  tentang Musyawarah seperti.

  1. Barangsiapa yang ingin diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hubungilah tali silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim)
  2. Saling mengasihi dan menyayangi adalah salah satu sifat orang beriman.” (HR. Muslim)

            Berikutnya banyak Ayat Al-Quran tentang Kasih Sayang diantaranya;

  1. Kasih sayang itu tidak hanya diberikan kepada orang-orang yang beriman saja, tetapi juga kepada orang-orang yang lemah dan miskin.” (QS. Al-Baqarah: 177)
  2. “Dan janganlah kamu melupakan keutamaan di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah: 237)

Ayat-ayat dan hadits yang ada menekankan betapa pentingnya musyawarah dan kasih sayang dalam kehidupan masyarakat Islam. Musyawarah bukan hanya sarana untuk mengumpulkan pendapat, tetapi juga membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih bijak dan adil. Selain itu, kasih sayang menjadi fondasi yang memperkuat ikatan antar individu, menciptakan lingkungan yang harmonis dan saling mendukung. Dengan mengedepankan musyawarah dan kasih sayang, masyarakat Islam dapat tumbuh dan berkembang dengan lebih baik, menjalin hubungan yang erat, serta menciptakan suasana yang damai dan penuh toleransi.

Ditulis oleh;  Syarif Ja’far Shadiq (Sufimusafir/Ki Langlangbuana)

Penulis Merupakan penggagas Komunitas Lintas Keyakinan dengan nama komunitas Agama Cinta, juga Konsultan Pendidikan Independen yang berfokus pada perbaikan mutu afektif dan moderasi beragama.

6 Komentar

  • Pendidikan jati diri bangsa membantu generasi muda memahami dan menghargai kekayaan budaya, sejarah, dan nilai-nilai luhur Indonesia, sehingga mereka memiliki identitas yang kuat dan tidak mudah terpengaruh oleh budaya asing yang negatif.

  • Pendidikan jati diri bangsa membuat generasi muda memahami dan menghargai kekayaan budaya, sejarah, dan nilai-nilai luhur Indonesia, sehingga memiliki identitas yang kuat dan tidak mudah terpengaruh oleh budaya asing yang negatif.

  • Pendidikan jati diri bangsa juga bertujuan untuk membentuk karakter generasi muda yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, dan memiliki semangat kebangsaan yang tinggi.

  • Tulisan ini sangat memberi pencerahan. Benar sekali bahwa kemerdekaan tidak hanya kita rayakan setiap tahun, tetapi harus kita isi dengan upaya mendidik generasi agar mengenal jati diri bangsa. Dengan menanamkan nilai agama, musyawarah, kasih sayang, dan semangat Pancasila, generasi muda akan tumbuh sebagai penerus yang tangguh sekaligus berakhlak mulia. Inilah bekal utama agar bangsa kita tetap kokoh dan bermartabat di tengah tantangan zaman.

Tinggalkan Balasan