Home / Pendidikan / Menggali Nilai Komunikasi dalam Keharmonisan Ekosistem

Menggali Nilai Komunikasi dalam Keharmonisan Ekosistem

Oleh: Dr. Oknita, M.A

Penulis Merupakan Dosen FUAD UIN SUNA Lhokseumawe

Allah swt menciptakan alam semesta dari tiada menjadi ada. Alam semesta dengan isinya diciptakan pasti dengan rasa kasih dan sayang. Akan sulit untuk mencari kata atau kalimat untuk mengungkapkan keindahan, tersistem, kesempurnaan terhadap alam.  Hakikatnya, manusia, hutan, hewan dan sebagainya yang merupakan bagian dari alam semesta, hidup bersinergi sesuai dengan ketetapan dan ketentuan dari Allah swt untuk keharmonisan dan keberlangsungan lingkungan dan hidup. Tidak saling menganggu dan menyakiti.

Manusia dengan kemampuan berfikirnya seolah menjadi pemilik dan penguasa tunggal terhadap alam. Manusia yang semestinya menjadi “Ibu” bagi alam. Layaknya seorang “ibu” terhadap anaknya yang senantiasa menjaga, menyayangi, memperhatikan, dan merawat dengan tulus, ikhlas tanpa pamrih proses manusia berinteraksi dengan alam. Sebagaimana interaksi & komunikasi yang harmonis antara Nabi Muhammad saw dengan pohon Sahabi yang hingga kini masih hidup di Yordania. Menjadi saksi bahwa manusia dan alam dapat bersinergi. Pohon tersebut diperkirakan berusia 1400 tahun.

Komunikasi dan interaksi yang tidak baik terhadap alam memberikan feedback yang tidak baik pula terhadap manusia. Sebagaimana teori Stimulus-Respon jika rangsangan yang manusia berikan terhadap alam negative, maka respon yang diberikan kembali juga negative. Hutan yang indah, lebat, hijau dengan kehidupan antar hewan liar didalamnya. Mereka saling membutuhkan, melaksanakan ketetapan dan aturan alam dari Sang Pencipta. Kehidupan alami hutan juga memberikan dampak positif terhadap keberlangsungan keharmoniasan dunia manusia.

Tapi apa yang terjadi? Ketika ketenangan hutan diganggu manusia demi ketenangan ekonomi oknum manusia. Kemarahan hutan harus dirasakan hampir seluruh masyarakat. Hutan tak memilih tangan mana yang bersalah? Banjir bandang yang terjadi di beberapa wilayah Sumatera dan Aceh telah menghancurkan infrastruktur seperti jembatan, Gedung sekolah, rumah masyarakat bahkan nyawa sekalipun. Alam secara serentak turun berdemo kepada manusia, tumpukan kayu gelondongan turun ke jalan, sungai dan pemukiman masyarakat.

Maka mari kita teliti Kembali, menjalankan komunikasi Nabi Muhammad dengan tumbuhan, hewan dan alam semesta agar alam menjadi “Ibu” bagi manusia. Hidup bersinergi, harmonis menjalankan sesuai ketentuan dan ketetapan dari Allah swt.

Tinggalkan Balasan