Home / Dakwah / Antara Kebutuhan Hidup dan Kejujuran; Ujian Komunikasi Islam Masa Kini

Antara Kebutuhan Hidup dan Kejujuran; Ujian Komunikasi Islam Masa Kini

Oleh: Dr. Oknita,. S.Sos.,I,. M.A

Penulis Merupakan Dosen FUAD UIN SUNA Lhokseumawe

Tekanan ekonomi yang dialami mayoritas masyarakat dewasa ini menunjukkan kondisi yang semakin kompleks dan memprihatinkan. Ketidakstabilan harga barang kebutuhan pokok, meningkatnya biaya pendidikan apalagi bagi masyarakat yang anaknya akan menempuh pendidikan ke perguruan tinggi, kesehatan yang belum pada taraf prima serta kebutuhan sosial lainnya telah menciptakan beban ekonomi yang cukup berat bagi masyarakat. Situasi tersebut tidak hanya berdampak pada aspek kesejahteraan material, tetapi juga memengaruhi pola interaksi dan perilaku komunikasi sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam perspektif ย komunikasi sosial, tekanan ekonomi dapat memunculkan perubahan sikap individu, seperti meningkatnya emosionalitas, berkurangnya empati, serta munculnya komunikasi yang cenderung keras dan kurang santun. Sebagian masyarakat juga mengalami penurunan tingkat keterbukaan dan kejujuran akibat tuntutan kebutuhan hidup yang semakin tinggi. Fenomena ini menunjukkan bahwa kondisi ekonomi memiliki keterkaitan erat dengan stabilitas psikologis dan etika komunikasi masyarakat. Dengan demikain, diperlukan penguatan nilai moral, solidaritas sosial, dan komunikasi yang ย humanus agar kehidupan sosial tetap harmonis meskipun berada dalam tekanan ekonomi yang berkepanjangan.

Di balik terpaan tekanan ekonomi, persaingan sosial, serta derasnya arus informasi digital pada era modern, nilai kejujuran dalam perspektif ย komunikasi Islam menjadi prinsip fundamental ย yang harus dijaga secara konsisten. Kejujuran tidak hanya dipahami sebagai perilaku moral individu, tetapi juga sebagai landasan etika komunikasi yang mampu menciptakan kepercayaan, ketenteraman, dan keharmonisan sosial dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Ajaran Islam, komunikasi yang jujur merupakan bagian dari akhlak mulia yang mencerminkan integritas dan tanggung jawab sosial seseorang terhadap orang lain.

Fenomena menurunnya kejujuran dalam komunikasi publik saat ini dapat dilihat melalui maraknya penyebaran informasi palsu, manipulasi fakta, ujaran kebencian, serta praktik komunikasi yang lebih mengutamakan kepentingan pribadi dibandingkan kemaslahatan bersama. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan krisis kepercayaan sosial dan melemahnya nilai-nilai persatuan dalam kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu, penguatan nilai kejujuran dalam komunikasi Islam menjadi sangat penting untuk membangun karakter masyarakat yang beretika, santun, dan bertanggung jawab. Kejujuran dalam komunikasi juga berfungsi sebagai sarana menjaga stabilitas sosial, memperkuat solidaritas kebangsaan, serta mencegah pudarnya nilai-nilai moral dalam kehidupan nasional yang semakin kompleks dan dinamis.

Sebagai refleksi, penguatan etika komunikasi Islam menjadi aspek yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat modern yang sedang menghadapi tekanan ekonomi dan perubahan sosial. Melalui dakwah, pendidikan akhlak, serta penguatan nilai religius, masyarakat diarahkan untuk membangun pola komunikasi yang jujur, empatik, santun, dan bertanggung jawab. Tujuan utama dakwah Islam bukan semata-mata memperoleh keuntungan finansial dan popularitas, melainkan mengajak umat kepada perilaku yang maโ€™ruf serta mencegah perbuatan yang keji dan merusak tatanan sosial. Oleh karena itu, komunikasi Islam harus diwujudkan melalui keselarasan antara ucapan dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari. Integritas moral tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga keharmonisan sosial, memperkuat kepercayaan publik, dan membangun masyarakat yang beradab.

Tinggalkan Balasan