Home / Opini / Komunikasi Organisasi Yang Tidak Profesional, Racun Diam-Diam Dalam Dunia Kerja

Komunikasi Organisasi Yang Tidak Profesional, Racun Diam-Diam Dalam Dunia Kerja

Oleh; Dr.  Maria Ulfa Batoebara, M.Si

Penulis Merupakan Kaprodi Ilmu Komunikasi Universitas Dharmawangsa Sumatera Utara

Era modern, banyak organisasi berlomba-lomba membangun citra profesional melalui teknologi, fasilitas mewah, hingga strategi bisnis yang canggih. Namun, ada satu hal yang sering diabaikan: cara berkomunikasi di dalam organisasi itu sendiri. Padahal, komunikasi yang tidak profesional bisa menjadi “racun diam-diam” yang perlahan menghancurkan semangat kerja, kepercayaan, bahkan masa depan organisasi.

Tidak sedikit lingkungan kerja yang terlihat baik dari luar, tetapi dipenuhi budaya saling menyindir, menyebarkan gosip, menyampaikan informasi setengah benar, hingga atasan yang lebih suka memerintah dengan emosi daripada memberikan arahan yang jelas. Ironisnya, masalah seperti ini sering dianggap hal biasa. Padahal, komunikasi yang buruk bukan sekadar persoalan kata-kata, melainkan cerminan kualitas budaya organisasi. Komunikasi yang tidak profesional menciptakan ruang kerja yang penuh tekanan. Karyawan menjadi takut menyampaikan ide, bawahan enggan berdiskusi dengan atasan, dan hubungan kerja berubah menjadi formalitas tanpa kehangatan. Akibatnya, kreativitas mati, solidaritas melemah, dan produktivitas menurun. Organisasi akhirnya sibuk menyelesaikan konflik internal dibanding mengejar inovasi.

Di sisi lain, perkembangan teknologi digital juga memperlihatkan wajah baru komunikasi yang tidak profesional. Grup WhatsApp kantor misalnya, sering berubah menjadi tempat sindiran, penyebaran informasi tidak penting, bahkan ajang mempermalukan rekan kerja secara halus. Kalimat singkat tanpa etika dapat memicu kesalahpahaman besar. Dalam dunia kerja modern, kemampuan berbicara saja tidak cukup; setiap individu juga harus memiliki kecerdasan emosional dan etika digital.

Organisasi yang sehat bukan hanya tentang target dan keuntungan, tetapi tentang bagaimana manusia di dalamnya saling menghargai melalui komunikasi yang baik. Kata-kata yang sopan, transparansi informasi, dan kemampuan mendengar merupakan fondasi penting dalam membangun lingkungan kerja yang nyaman dan profesional. Karena pada akhirnya, organisasi yang besar tidak hanya dibangun oleh orang-orang pintar, tetapi juga oleh cara mereka berbicara, mendengar, dan menghargai satu sama lain.

 

Tinggalkan Balasan