Home / Mahasiswa / Mengembangkan Nilai Moral Melalui Bahasa Indonesia di SD/MI

Mengembangkan Nilai Moral Melalui Bahasa Indonesia di SD/MI

Oleh: Daralisa

Penulis Merupakan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe

Beberapa waktu lalu, ada kejadian yang bikin banyak guru di sekolah geleng kepala. Seorang siswa SD kedapatan berbicara kasar pada temannya hanya karena hal sepele, peminjaman penghapus. Bukan cuma itu, dia juga sempat menantang gurunya dengan nada tinggi saat ditegur. Teman-temannya malah menertawakan, seolah hal itu lucu. Padahal, dulu anak-anak seusia mereka dikenal sopan, patuh, dan tahu cara menghormati orang yang lebih tua. Fenomena seperti ini sayangnya bukan cuma terjadi di satu sekolah. Di berbagai tempat, banyak anak sekarang yang lebih cepat marah, kurang sopan saat berbicara, dan cenderung tidak peka terhadap perasaan orang lain. Sebagian besar terpengaruh oleh tontonan di media sosial, di mana bahasa kasar dan perilaku sombong sering dianggap hal biasa. Akibatnya, nilai moral seperti sopan santun, rasa hormat, dan empati mulai luntur sedikit demi sedikit.

Siswa di SD/MI dan Nilai Moral

Belajar Bahasa Indonesia di SD atau MI itu sebenarnya nggak cuma soal baca, tulis, atau hafalin tata bahasa. Lebih dari itu, pelajaran ini bisa bantu anak-anak belajar gimana caranya bersikap baik, sopan, dan menghargai orang lain. Lewat bahasa, mereka belajar cara berpikir dan berperilaku. Misalnya waktu mereka membaca cerita rakyat, mereka bisa ngerti makna kebaikan, kejujuran, atau tolong-menolong dari tokoh dalam cerita (Suwandi, 2017:15). Anak SD itu masih dalam masa tumbuhnya karakter, jadi apa pun yang mereka dengar dan ucapkan bisa jadi contoh untuk kebiasaan mereka ke depan. Karena itu, pelajaran Bahasa Indonesia penting banget buat bantu mereka punya moral yang baik sejak kecil.

Tantangan di Zaman Saat ini

Sekarang ini dunia udah serba digital. Anak-anak lebih sering main HP, nonton video pendek, atau buka media sosial daripada baca buku. Kadang mereka juga niru gaya bicara dari internet yang kurang sopan, kayak ngomong seenaknya tanpa mikirin perasaan orang lain (Hidayah, 2021:42). Masalahnya, hal-hal kayak gitu bisa bikin anak terbiasa ngomong kasar atau cuek sama sekitar. Guru jadi punya tugas ekstra buat ngajarin lagi nilai sopan santun dan cara berbahasa yang baik. Jadi, pelajaran Bahasa Indonesia di SD/MI nggak cuma buat nilai ujian, tapi juga buat ngajarin anak jadi orang yang tahu tata krama dan bisa menghargai orang lain (Kurniawan, 2019:78).

Hal yang dapat Diterapkan di Sekolah

Biar nilai moral bisa tumbuh lewat pelajaran Bahasa Indonesia, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Pertama, guru bisa ngajak siswa baca cerita-cerita yang punya pesan moral. Misalnya cerita rakyat, fabel, atau kisah tokoh yang bisa dijadiin contoh tentang kejujuran dan kerja keras (Nurgiyantoro, 2012:88). Kedua, kegiatan nulis juga bisa diarahkan ke hal-hal positif. Anak-anak bisa disuruh nulis pengalaman baik, kayak bantu teman, minta maaf ke orang tua, atau bikin puisi tentang persahabatan (Dalman, 2014:62). Ketiga, guru juga harus jadi contoh. Cara guru ngomong di kelas, cara dia menegur atau memuji siswa, semua itu bisa jadi pelajaran moral buat anak-anak. Terakhir, teknologi juga bisa dimanfaatin dengan bijak. Misalnya, nonton video pendek yang ada nilai moralnya, terus didiskusiin bareng di kelas (Putri, 2021:19). Dengan begitu, anak nggak cuma ngerti isi videonya, tapi juga bisa ambil pelajaran dari situ.

Penutup

Mengembangkan nilai moral lewat Bahasa Indonesia di SD/MI itu penting banget. Lewat kegiatan baca, tulis, ngomong, dan denger, anak-anak bisa belajar banyak hal, bukan cuma soal bahasa tapi juga soal kehidupan. Kalau guru bisa bikin pelajarannya seru dan penuh contoh nyata, anak-anak bakal lebih peka, sopan, dan punya sikap yang baik. Bahasa Indonesia bisa jadi jembatan buat mereka tumbuh jadi generasi yang pintar, berkarakter, dan tetap cinta sama bahasa dan budayanya sendiri di tengah dunia digital yang terus berubah.

Tinggalkan Balasan