Home / Pendidikan / Bekal Paling Merugikan Menuju Akhirat

Bekal Paling Merugikan Menuju Akhirat

Oleh; Yuswardi Syukri Reubee, S.Pd.I., M. Pd

Penulis Merupakan Guru Pada Dayah Ulumuddin Kota Lhokseumawe

Setiap manusia yang beriman menyadari bahwa kehidupan dunia hanyalah persinggahan, ladang tempat menanam bekal untuk kehidupan yang kekal, yaitu akhirat. Kita berlomba-lomba mengumpulkan pahala melalui ibadah, sedekah, dan perbuatan baik. Namun, di antara semua bekal yang buruk, ada satu yang secara tegas disebut sebagai yang paling merugikan: permusuhan terhadap sesama hamba Allah.

Para ulama salaf telah memberikan peringatan keras mengenai hal ini. Salah satu perkataan yang masyhur dari Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah, seorang ulama besar dalam Islam, adalah:

“Sejelek-jeleknya perbekalan menuju Hari Kebangkitan adalah permusuhan terhadap hamba-hamba (yang saleh).” — (Siyar A’laamin Nubala, 10/41)

Pernyataan ini bukan sekadar nasihat moral, tetapi sebuah penggambaran mendalam tentang betapa bahayanya membawa beban permusuhan ke hadapan Allah SWT. Mengapa permusuhan—baik itu dalam bentuk zalim, mencela, memutuskan silaturahmi, hingga menyimpan dendam—menjadi bekal yang paling buruk.

Bekal terbaik menuju  akhirat adalah ketakwaan (taqwa). Dan takwa tidak akan sempurna tanpa menjauhi kezaliman dan permusuhan terhadap sesama hamba Allah. Mari kita pastikan bahwa “tas perjalanan” kita ke akhirat diisi dengan kebaikan, maaf, dan kasih sayang, bukan dengan beban berat permusuhan yang akan meruntuhkan semua amal saleh yang telah kita kumpulkan.

Tinggalkan Balasan