Kepala SDN 1 Banda Sakti Efendi, bersama guru SDN 7 Blang Mangat Rika Sukma Dewi, secara resmi ditunjuk oleh Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Aceh melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe untuk menjadi fasilitator daerah dalam pelatihan Psikososial Pasca Bencana. Kegiatan pelatihan yang sangat penting ini diselenggarakan di Kota Lhokseumawe. Acara ini berlangsung selama tiga hari dalam rentang waktu tanggal 9 hingga 21 Oktober 2026. Pelatihan ini dirancang khusus untuk membekali para pendidik dengan keterampilan penanganan krisis psikologis di lingkungan sekolah secara profesional.
Pada kesempatan tersebut, Efendi menyampaikan materi yang sangat mendalam berjudul Memimpin Resiliensi. Materi ini berfokus pada bagaimana seorang pemimpin sekolah mampu membangun ketangguhan mental di tengah berbagai tantangan. Sementara itu, Rika mendapatkan porsi penting dengan fokus menyampaikan materi tentang cara membantu memulihkan kesejahteraan psikologis dan sosial bagi para penyintas PTK serta peserta didik yang baru saja mengalami dampak traumatik pasca bencana. Pembagian materi ini sangat komplementer dan mencakup aspek kepemimpinan serta penanganan langsung.
Acara pelatihan berskala regional yang penting ini diikuti dengan sangat antusias oleh puluhan guru dari jenjang TK, SD, hingga SMP yang tersebar luas di seluruh wilayah Kota Lhokseumawe. Kelancaran jalannya acara dari sesi pembukaan hingga penutupan sepenuhnya dimediasi dan difasilitasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe. Sinergitas antara Balai GTK Provinsi Aceh dan dinas pendidikan setempat terlihat sangat solid dalam mensukseskan pelatihan ini.
Pada sesi penutupan, perwakilan dari Dinas Pendidikan Lhokseumawe memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap penyelenggaraan kegiatan pelatihan ini. Beliau menilai bahwa kehadiran para fasilitator lokal yang kompeten seperti Efendi dan Rika memberikan dampak yang luar biasa bagi peningkatan kapasitas guru di Lhokseumawe. Pihak dinas juga sangat berharap agar seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan ini tidak hanya menyerap teori, tetapi juga dapat secara nyata mengaplikasikan seluruh ilmu dan keterampilan yang telah didapatkan di tempat tugasnya masing-masing.
Dengan bekal ilmu mumpuni, para guru diharapkan mampu menjadi garda terdepan menciptakan lingkungan belajar nyaman secara psikologis bagi seluruh siswa. Langkah kolaboratif ini membuktikan komitmen pemerintah daerah melindungi kesehatan mental generasi penerus serta pahlawan tanpa tanda jasa di Lhokseumawe terus berjalan optimal dan berkelanjutan di era digitalisasi saat ini secara menyeluruh demi kemajuan dunia pendidikan Lhokseumawe yang jauh lebih baik untuk masa depan kita semua.








