Home / Pendidikan / Guru SDN 1 Banda Sakti & Kepsek SDN 3 Muara Satu Jadi Fasilitator Daerah Pada Pelatihan Layanan Psikososial

Guru SDN 1 Banda Sakti & Kepsek SDN 3 Muara Satu Jadi Fasilitator Daerah Pada Pelatihan Layanan Psikososial

Dua pendidik asal Kota Lhokseumawe kembali mengharumkan nama daerah melalui kiprah luar biasa di bidang pemulihan  pasca-bencana. Isna Inda, S.Pd.SD, guru SDN 1 Banda Sakti, dan Samsul Bahri, S.Pd.I., M.Pd., dari  SDN 3 Muara Satu, secara resmi dipercaya menjadi diantara beberapa Fasilitator  Daerah pada Pelatihan Layanan Dukungan Psikososial Pascabencana bagi Guru dan Tenaga Kependidikan tahun 2026. Acara bergengsi ini diselenggarakan oleh Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Aceh dan dilaksanakan pada gelombang ke-2, mulai tanggal 19 hingga 21 Oktober 2026 di Kota Lhokseumawe.

Pelatihan strategis ini diikuti oleh puluhan guru dari jenjang Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, hingga Sekolah Menengah Pertama yang tersebar di seluruh wilayah Kota Lhokseumawe. Tujuan utama dari kegiatan ini sangatlah mulia dan mendesak, yaitu untuk membantu memulihkan kesejahteraan psikologis serta sosial bagi para penyintas, baik itu pendidik dan tenaga kependidikan maupun peserta didik, yang sebelumnya telah mengalami dampak traumatik akibat bencana. Kehadiran Isna dan Samsul sebagai fasilitator lokal dinilai sangat efektif karena mereka memahami betul karakteristik serta kebutuhan emosional para guru di daerah tersebut.

Melalui materi yang komprehensif, kedua fasilitator ini membimbing para peserta untuk mengenali tanda-tanda stres pascatrauma, merancang metode pendampingan yang empatik, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak yang terdampak bencana. Mereka berbagi praktik baik mengenai pentingnya ketahanan mental dalam menghadapi krisis, sehingga proses pembelajaran dapat segera pulih seperti sedia kala.

Demi kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan pelatihan berskala provinsi ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe memberikan dukungan yang sangat maksimal. Dukungan tersebut mencakup penyediaan fasilitas ruangan yang representatif, kelengkapan logistik, hingga pendampingan intensif dari tim dinas sejak awal pembukaan acara hingga penutupan secara resmi. Sinergitas antara Balai GTK Provinsi Aceh dan Dinas setempat ini membuktikan komitmen nyata pemerintah dalam melindungi kesehatan mental generasi penerus serta para pahlawan tanpa tanda jasa di garis depan pendidikan.

Keberhasilan kegiatan ini diharapkan mampu mencetak agen-agen pemulihan trauma di setiap satuan pendidikan, sehingga ekosistem belajar di Lhokseumawe kembali kondusif dan jauh dari bayang-bayang krisis psikologis yang sangat merugikan masa depan bangsa.

Tinggalkan Balasan