Home / Pendidikan / Mesjid Baitul Rahman Simbol Spiritualitas Masyarakat Aceh

Mesjid Baitul Rahman Simbol Spiritualitas Masyarakat Aceh

Oleh; Haula luthfia

Penulis Merupakan Mahasiswa Pada Fakultas Ushuluddin Adab Dan Dakwah Universitas Islam Negeri Sultanah  Nahrasiyah Lhokseumawe

Mesjid adalah tembat beribadah ummat islam ,mesjid baitul rahman terletak di kota banda aceh .masjid ini adalah salah satu sejarah tsunami tahun 2004 yang dimna masjid ini kokoh menghadapi tsunami di kala itu. Itulah yang menjadi simbol kekuatan ,dan di sertai dengan arsitektur yang megah menjadikan mesjid ini menjadi pusat kunjungan bagi ummat islam di aceh untuk beribadah atau ada hajat tertentu. Mesjid ini menjadi bukti peninggalan sejalah kejayaan islam pada masanya. Dulu mesjid baitul rahman di jadikan sebafai benteng yang melindungi masyarakat dari serangan tentara belanda. Dan mesjid baitul rahman menjadi bukti perjuangan aceh melawan belanda pada masanya. Keindahan mesjid baitul rahman juga terletak pada luar yang di sertai payung elektrik yang melindungi para jamaah dari panas atau hujan .payung ini pula persis seperti payung mesjid madinah .

Mesjid ini menjadi simbol kekuatan dalam agama islam di aceh banyak turis turis non islam yang berkunjung ke mesjid baitul rahman dengan syarat menutup aurat.Di sisi lain ada yang unik dari mesjid baitul rahman yaitu parkir kendaraan yang berada di bawah tanah menjadikan mesjid ini unik untuk di kunjungi masyarat di aceh maupun luar dari daerah. Arsitektur pada mejid baitul rahman merupakan perpaduan aceh dan melayu serta india, saat hari perayaan seperti hari raya idul fitri mejid baitul rahman membeludak di penuhi masyarakat sekitar menjalankan ibadah salat fitri ataupun idul adha.Masjid Raya Baiturrahman adalah salah satu masjid paling penting di Indonesia—dari sisi sejarah, budaya, keagaamaan , dan estetika. Ia berhasil menyeimbangkan antara sebagai tempat ibadah, simbol sejarah, dan destinasi wisata religi.Masjid Raya Baiturrahman berada di Jl. Muhammad Jam No. 1, Kampung Baru, Baiturrahman, Kota Banda Aceh. Pernah dibakar oleh Belanda pada 1873 dalam perang Aceh. Masjid ini di bagun pada tahun 1612 M oleh sultan iskandar muda dan ada juga yang berpendapat bahwa masjid ini di bangun pada tahun 1982 M.

Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh memiliki luas lahan sekitar 31.000 meter persegi dengaluas bangunan mencapai 4.000 meter persegi. Pembakaran: Pada tahun 1873, militer Belanda membakar masjid ini karena dianggap sebagai benteng pertahanan dan markas perlawanan umat Islam Aceh.

Sejak setelah stunami mesjid ini menjadi mesjid termegah di aceh dikarenakan letaknya yang berada di pusat kota banda aceh Masjid Raya Baiturrahman menjadi titik selamat dan harapan di tengah bencana tsunami Aceh 2004; meskipun diterj ang gempa dan gelombang tinggi, masjid ini tetap berdiri kokoh, sementara banyak warga menjadikannya tempat berlindung dan berkumpul mencari keluarga yang hilang. Keberadaan masjid yang tidak hancur menjadi simbol kekuatan dan keajaiban di tengah kehancuran, serta menjadi pusat informasi dan pengungsian bagi para korban. Banyak warga yang berlari dan menyelamatkan diri ke dalam Masjid Raya Baiturrahman untuk berlindung dari amukan tsunami. Masjid menjadi tempat berkumpul bagi keluarga yang terpisah akibat bencana, tempat mereka saling mencari dan berharap bertemu anggota keluarga yang selamat.

Masjid-masjid di Aceh selamat dari tsunami tahun 2004 karena memiliki pondasi yang sangat kuat dan dalam, menggunakan material bangunan berkualitas tinggi, serta memiliki desain arsitektur yang kokoh dan merata, seperti Masjid Raya Baiturrahman, sehingga mampu menahan tekanan gelombang besar dan menjadi tempat perlindungan bagi banyak orang. Selain itu, masjid dibangun dengan tujuan amal dan melibatkan tukang profesional, yang kecil kemungkinannya menggunakan bahan berkualitas rendah seperti pada bangunan biasa.

Tinggalkan Balasan