Oleh: Misya Izria
Penulis Merupakan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe
Pembelajaran Bahasa Indonesia di Madrasah Ibtidaiyah (MI)/ Sekolah Dasar (SD) sebenarnya bukan hanya untuk mengajarkan anak membaca dan menulis. Lebih dari itu, pelajaran ini juga membantu anak belajar berbicara dengan sopan, berpikir dengan baik, dan berkomunikasi sesuai nilai-nilai Islam. Namun, pada kenyataannya, masih banyak siswa MI/SD yang belum lancar menggunakan Bahasa Indonesia, baik saat berbicara maupun menulis. Salah satu alasannya karena waktu belajar di sekolah cukup terbatas, sedangkan di rumah anak jarang memakai Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Anak-anak sekarang lebih terbiasa dengan bahasa yang mereka temui di media sosial daripada bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Melihat kondisi tersebut, orang tua punya peran besar dalam membantu anak belajar Bahasa Indonesia sejak dini. Mereka tidak bisa hanya menyerahkan sepenuhnya kepada guru di sekolah, tetapi juga perlu terlibat aktif di rumah. Cara sederhana seperti membacakan cerita sebelum tidur, berbicara menggunakan Bahasa Indonesia yang baik, atau mengajak anak menulis cerita tentang kegiatan sehari-hari bisa sangat membantu. Kegiatan kecil seperti itu mampu menumbuhkan kebiasaan berbahasa yang baik dan membuat anak lebih terampil dalam membaca serta menulis.
Selain itu, orang tua sebaiknya menjallin komunikasi dengan guru di sekolah anak mereka supaya tahu bagaimana perkembangan anaknya di sekolah. Dengan begitu, kegiatan belajar di rumah bisa sejalan dengan apa yang sedang dipelajari anak di kelas. Misalnya, ketika anak sedang belajar menulis cerita di sekolah, orang tua bisa melatihnya di rumah dengan meminta anak menulis tentang pengalaman atau kegiatan sehari-hari. Orang tua juga bisa memanfaatkan media menarik seperti video pembelajaran atau aplikasi edukatif Bahasa Indonesia agar anak lebih bersemangat dan tidak cepat bosan saat belajar.
Ketika orang tua ikut terlibat aktif dalam proses belajar anak, hasilnya bisa terlihat dengan jelas. Anak menjadi lebih berani berbicara menggunakan Bahasa Indonesia, lebih cepat memahami isi bacaan, dan tidak lagi takut untuk menulis. Dukungan orang tua juga membuat hubungan antara anak dan keluarga menjadi lebih dekat. Melalui kegiatan berbahasa, anak bisa belajar banyak hal, seperti nilai-nilai kebaikan, kesabaran, serta sopan santun yang sesuai dengan ajaran Islam.
Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa peran orang tua sangat penting dalam membantu anak belajar Bahasa Indonesia di MI/SD. Walaupun guru memiliki tanggung jawab besar di sekolah, keluarga tetap menjadi tempat pertama anak belajar berbahasa. Melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan terus-menerus, seperti membaca buku bersama atau berbicara dengan Bahasa Indonesia yang sopan, orang tua sudah ikut berperan besar dalam membentuk anak yang cerdas, mampu berkomunikasi dengan baik, dan berkarakter santun









