Home / Opini / Cinta dan Dakwah; Menguraikan Simbol dalam Curi-Curi Cinta Berdasarkan Semiotika Roland Barthes

Cinta dan Dakwah; Menguraikan Simbol dalam Curi-Curi Cinta Berdasarkan Semiotika Roland Barthes

      Oleh; Ayu nazira

Penulis Merupakan Mahasiswa pada Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah  UIN Sultanah Nahrasiah Lhokseumawe

           Di era yang canggih saat ini, dakwah tidak hanya melalui penceramah ditempat kajian langsung, melainkan bisa di akses langsung melalui media digital atau media visual seperti film. Salah satu bentuk hiburan yang diyakini oleh masyarakat adalah film, akan tetapi, banyak yang tidak menyadari bahwa film sangat berpengaruh dalam realita kehidupan sehari-hari setiap insan, yang mencakup semua kalangan apalagi generasi sekarang. Salah satu film yang menarik dan unik menurut saya sebagai mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam ialah Curi-Curi Cinta, Film ini merupakan sebuah drama Malaysia karya Siti Rosmizah. Walaupun judul film ini tentang cinta semata dan terkesan drama romantis, tapi perlu di garis bawahi bahwa dalam film ini banyak nilai-nilai dakwah yang terkandung didalamnya.

            Film ini mengisahkan seorang anak (Intan Raihana) dari keluarga sederhana dan mempunyai ibu yang buta dan abang yang pincang. Oleh sebab itu ia malu mengakui mereka sebagai keluarga dan kehidupan yang dijalaninya pada masa itu penuh dengan kekurangan. Intan yang ingin hidup mewah mulai melakukan segala cara untuk mencapai keinginannya.

Menariknya film ini, pesan-pesan dakwah yang disampaikan melalui simbol, adegan, dialog da karakter para tokoh didalamnya sangat menjiwai perannya, sehingga penonton akan terbawa suasananya apalagi alurnya sangat dekat dengan realita dalam kehidupan nyata. Proses hijrahnya seorang Intan penuh dengan cobaan dan emosional, dari anak durhaka kepada ibu dan abangnya, tidak menutup aurat, angkuh, berhati keras, menjadi sosok Intan yang kebalikkan dari semua itu.

            Dengan demikian, untuk menjelaskan lebih mendalam makna tentang pesan dakwah yang ingin disampaikan dalam film ini maka perlu seorang pakar dan teorinya yaitu semiotika Roland Barthes untuk menganalisis makna secara detail didalam film Curi-Curi Cinta tersebut, diantaranya seperti denotasi yaitu makna yang langsung tampak, konotasi yaitu makna penambah dari denotasi dan yang muncul karena budaya, dan mitos yaitu makna yang lahir dari ideologi bukan mitos dogeng semata. Contoh dalam film ini, hijab yang Intan pakai yaitu pakaian muslimah sebagai makna denotasi, pakaian muslimah yang menutup aurat sebagai makna konotasi, dan perempuan muslimah dalam islam wajib menutup aurat sebagai mitos yang lahir dari simbol tersebut dan masih banyak lagi.

            Sebagai mahasiswa yang berfikir luas, bahwa film yang di kemas dalam bentuk cerita bisa menjadi alat dakwah yang sangat menyentuh hati penonton. Pesan dakwah yang didapatkannya tidak terkesan sedang di ceramahi tapi penonton lebih mengintropeksi dirinya sendiri. Harapan saya semoga banyak inovasi yang kreatif yang lahir dari tokoh-tokoh muslim untuk memanfaatkan media untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah yang dikemas dalam film.

Satu Komentar

  • untuk menjelaskan lebih mendalam makna tentang pesan dakwah yang ingin disampaikan dalam film maka perlu seorang pakar dan teorina

Tinggalkan Balasan