Home / Tadabbur / Idul Fitri Meriah, Idul Adha Lebih Mulia

Idul Fitri Meriah, Idul Adha Lebih Mulia

Oleh; Siti Hajar

Penulis Merupakan Mahasiswa Bimbingan Konseling Islam UIN SUNA Lhokseumawe

Kita sering melihat kenyataan di sekitar bahwa saat Idhul Fitri, suasana terasa sangat meriah. Mulai dari persiapan belanja, baju baru, kue lebaran, hingga tradisi pulang kampung dilakukan ramai-ramai. Berbeda dengan Idhul Adha, meskipun sama-sama hari raya, suasananya terasa lebih tenang dan sederhana padahal masih sama sama hari haya ied. Padahal kalau dilihat dari sisi nilai ibadah dan ajaran agama, banyak ulama berpendapat bahwa Idhul Adha kedudukannya lebih tinggi dan lebih utama dibanding Idhul Fitri. Lalu, kenapa kenyataannya Idhul Fitri yang jauh lebih meriah? Alasan utamanya ada pada makna dan tujuan perayaannya:

1. Idhul Fitri: Perayaan Kemenangan & Kebersamaan

Idhul Fitri jatuh tepat setelah kita selesai beribadah puasa satu bulan penuh. Hari ini disebut sebagai “Hari Kemenangan”, hari di mana umat Islam bergembira karena berhasil menunaikan perintah Allah, dan diampuni segala dosanya. Karena maknanya adalah kegembiraan dan kemenangan, bentuk perayaannya pun berupa hal-hal yang menyenangkan dan menyatukan banyak orang: saling memaafkan, silaturahmi ke sanak saudara, makan-makan bersama, hingga tradisi saling memberi angpao atau bingkisan. Semua kegiatan ini sifatnya tampak, terasa, dan melibatkan banyak orang, sehingga otomatis suasananya jadi sangat meriah.

2. Idhul Adha: Perayaan Pengorbanan & Ketakwaan

Sedangkan Idhul Adha, makna utamanya adalah mengenang kesetiaan dan ketaatan Nabi Ibrahim AS yang rela mengorbankan apa saja demi Allah. Inti perayaannya bukanlah bersenang-senang, melainkan ibadah kurban, berbagi rezeki dengan sesama, dan melatih keikhlasan berkorban harta.
Karena fokus utamanya adalah ibadah sosial dan ketakwaan, bentuk kegiatannya pun lebih sederhana: sholat Ied, menyembelih hewan, dan membagikan daging kepada yang membutuhkan. Tidak ada tradisi “pulang kampung” besar-besaran atau persiapan pesta mewah seperti saat Idhul Fitri. Suasananya lebih khusyuk dan penuh makna batin.

Memang benar seharusnya kita juga memeriahkan Idhul Adha karena kedudukannya yang sangat mulia sebagai hari menyatunya umat sedunia di tanah Arafah. Namun, perbedaan kemeriahan ini hanyalah soal bentuk dan tradisi saja. Keduanya sama-sama hari raya yang agung. Idhul Fitri mengajarkan kita tentang indahnya persaudaraan, sedangkan Idhul Adha mengajarkan kita tentang luhurnya pengorbanan dan keikhlasan berbagi.

Tinggalkan Balasan