Home / Mahasiswa / Fenomena Scroll Tanpa Henti: Mengapa Kita Sulit Lepas dari Media Sosial?

Fenomena Scroll Tanpa Henti: Mengapa Kita Sulit Lepas dari Media Sosial?

Oleh; Syahira Azzahra

Penulis Merupakan Mahasiswa Bimbingan Konseling Islam UIN SUNA Lhokseumawe

Di era digital saat ini, media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Hampir setiap orang memiliki kebiasaan membuka media sosial, baik saat bangun tidur, sebelum tidur, maupun di sela-sela aktivitas. Tidak jarang, seseorang yang awalnya hanya berniat membuka media sosial selama beberapa menit justru menghabiskan waktu hingga berjam-jam tanpa disadari. Fenomena ini dikenal sebagai scroll tanpa henti.

Salah satu alasan mengapa kita sulit lepas dari media sosial adalah karena platform tersebut dirancang untuk menarik perhatian pengguna secara terus-menerus. Algoritma yang digunakan mampu menampilkan konten yang sesuai dengan minat dan preferensi pengguna. Hal ini membuat individu merasa tertarik untuk terus melihat konten berikutnya. Selain itu, fitur seperti like, komentar, dan notifikasi juga memberikan kepuasan tersendiri yang dapat memicu rasa ingin kembali membuka media sosial.

Selain faktor desain, media sosial juga sering menjadi sarana pelarian dari realitas. Ketika seseorang merasa bosan, lelah, atau sedang menghadapi tekanan, media sosial menjadi pilihan yang mudah untuk mengalihkan perhatian. Aktivitas scroll ini memberikan distraksi sementara dari masalah yang sedang dihadapi, meskipun tidak benar-benar menyelesaikannya.

Fenomena lain yang turut berperan adalah Fear of Missing Out (FOMO), yaitu perasaan takut tertinggal informasi atau tren terbaru. Individu merasa perlu untuk selalu terhubung agar tidak ketinggalan perkembangan yang terjadi di lingkungan sosialnya. Akibatnya, kebiasaan membuka media sosial menjadi semakin sulit untuk dikendalikan.

Namun, kebiasaan scroll tanpa henti ini memiliki dampak yang tidak bisa diabaikan. Waktu yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk aktivitas yang lebih produktif menjadi terbuang. Selain itu, paparan konten yang terus-menerus juga dapat menurunkan konsentrasi serta memicu perbandingan sosial yang berdampak pada kepercayaan diri.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk lebih sadar dalam menggunakan media sosial. Penggunaan yang bijak, seperti membatasi waktu dan lebih selektif dalam mengonsumsi konten, dapat membantu kita menghindari dampak negatif yang ditimbulkan. Dengan demikian, media sosial tetap dapat dimanfaatkan secara positif tanpa mengganggu keseimbangan kehidupan sehari-hari. sya.azzhra22@gmail.com

Tinggalkan Balasan