Oleh : dr. Nelvi Elizarni Aziz
Penulis Merupakan Tenaga Medis di Kabupaten Aceh Utara
Qurban merupakan salah satu ibadah yang dilaksanakan setiap tahun pada momentum Idul adha dan hari-hari Tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Dalam perspektif Islam, kurban tidak hanya dimaknai sebagai penyembelihan hewan semata, tetapi juga sebagai simbol ketaqwaan, kepatuhan, dan pengorbanan seorang hamba kepada Allah SWT. Praktik kurban memiliki dimensi spiritual, sosial, dan kemanusiaan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat Muslim. Melalui ibadah kurban, umat Islam diajarkan untuk menumbuhkan sikap ikhlas, peduli terhadap sesama, serta memperkuat solidaritas sosial. Oleh sebab itu, banyak ulama dan tokoh agama menganjurkan pelaksanaan kurban sebagai bentuk implementasi nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari serta manifestasi ketaatan kepada Allah SWT.
Allah berfirman dalam Alqur-an yang artinya : โMaka dirikanlah Shalat karena Tuhanmu dan berqurbanlahโ (QS: Al-Kautsar ayat 2). Dari ayat tersebut kurban sangatlah penting karena menurut kedudukannya Allah menyebutnya setelah perintah shalat.
Dalam surat Al-Hajj ayat 34 menjelaskan tentang syariat penyembelihan hewan kurban yang diperintahkan kepada setiap umat. Dalam ayat ini tujuan utama berkurban adalah agar manusia bersyukur atas rezekinya berupa hewan ternak. Kurban adalah bentuk rasa syukur kita atas rezeki yang telah Allah berikan. Berkurban mengingatkan kita terhadap pengorbanan Nabi Ibrahim AS saat berkurban anaknya Nabi Ismail As. Dengan keikhlasan dan ketulusan Nabi Ibrahim AS maka Allah menggantikannya dengan seekor domba. Dan ini menandakan bahwa kita harus patuh terhadap perintah Allah SWT.
Hukum kurban menurut mayoritas ulama menyebutnya Sunnah Muakkad (sunnah yang sangat dianjurkan). Dianjurkan kepada setiap muslim yang mampu. Mampu yaitu jika dia merdeka, sudah baligh, berakal sehat, dan memiliki harta lebih untuk membeli hewan kurban. Terkadang banyak diantara kita sampai menabung untuk mampu berkurban, ini merupakan sikap yang tulus ikhlas dan menaati perintah Allah SWT.
Secara Psikologi berkurban dapat menyehatkan jiwa dan menguatkan raga, ini terjadi karena kita mampu melatih keikhlasan dan mampu untuk tidak mencintai dunia. Karena berkurban lebih besar pengorbanannya dari pada sedekah biasa. Berkurban melatih kita untuk mengeluarkan harta yang cukup besar, ini dapat melatih spiritual kita terhadap sifat kikir, dan menandakan bahwa segala yang kita miliki hanyalah titipan Allah SWT.
Dengan membagikan hewan kurban dapat mempererat hubungan dengan keluarga, tetangga serta orang-orang yang memerlukan, karena tidak semua orang mampu membeli daging, dengan adanya kurban kita dapat membantu kebutuhan mereka. Ini merupakan hal yang yang mampu menyehatkan jiwa dan menguatkan raga dari sifat ikhlas kita. Sehingga hidup kita menjadi lebih tenang serta bahagia.
Ibadah kurban dapat mendatangkan manfaat yang luar biasa, baik untuk orang banyak dan juga untuk yang berkurban. Ibadah kurban juga dapat mendapatkan pahala yang sangat besar disisi Allah. Berkurban dapat mengurangi stress , karena memberi dapat memicu pelepasan hormon endorfin dan oksitosin yang menciptakan perasaan bahagia. Saat membagikan hewan kurbanย kita juga akan berbahagia karena bisa membuat orang lain tersenyum mendapatkan kurban.









