Home / Mahasiswa / Konseling dan Penanggulangan Adiksi Gawai Remaja

Konseling dan Penanggulangan Adiksi Gawai Remaja

Oleh; Farah Fajriani

Penulis Merupakan Mahasiswa Bimbingan Konseling Islam UIN SUNA Lhokseumawe

Di zaman sekarang, gadget sudah menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan remaja. Hampir semua aktivitas dilakukan melalui gadget, mulai dari belajar, berkomunikasi, mencari hiburan, hingga mengakses media sosial. Kehadiran gadget memang memberikan banyak manfaat, terutama dalam memudahkan akses informasi dan komunikasi. Namun, di sisi lain, penggunaan yang berlebihan juga bisa menimbulkan masalah, salah satunya adalah kecanduan. Menurut saya, kecanduan gadget pada remaja menjadi salah satu persoalan yang cukup serius di era digital saat ini. Banyak remaja yang menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk bermain game, menonton video, atau membuka media sosial tanpa batas waktu yang jelas.

Akibatnya, waktu belajar berkurang, interaksi dengan keluarga dan teman menjadi menurun, bahkan pola tidur sering terganggu,tidak sedikit juga remaja yang merasa gelisah atau tidak nyaman ketika jauh dari gadget mereka. Dalam kondisi seperti ini, konseling memiliki peran yang sangat penting. Konseling bukan hanya sekadar memberikan nasihat, tetapi juga menjadi proses membantu remaja memahami masalah yang sedang mereka hadapi. Melalui konseling, remaja dapat diajak untuk lebih sadar terhadap kebiasaan penggunaan gadget yang berlebihan dan dampaknya bagi kehidupan sehari-hari.

Menurut pandangan saya, di era modern seperti sekarang, peran konseling sangat dibutuhkan agar remaja mampu mengelola penggunaan gadget secara sehat dan seimbang. Dengan adanya arahan yang tepat, remaja dapat membangun kebiasaan yang lebih positif untuk mendukung perkembangan akademik maupun sosial mereka. Salah satu peran utama konseling adalah membantu remaja mengenali penyebab kecanduan tersebut. Terkadang, penggunaan gadget yang berlebihan bukan hanya karena kebiasaan, tetapi juga dipengaruhi oleh rasa bosan, stres, kesepian, atau tekanan dari lingkungan sosial. Dengan mengetahui penyebabnya, konselor dapat membantu remaja mencari solusi yang lebih tepat.

Selain itu, konseling juga dapat membantu remaja belajar mengontrol diri. Misalnya, dengan membuat jadwal penggunaan gadget, membatasi waktu bermain, serta mengganti kebiasaan tersebut dengan aktivitas yang lebih bermanfaat seperti belajar, membaca, berolahraga, atau mengikuti kegiatan organisasi. Langkah ini sangat penting agar remaja tidak hanya berhenti dari kebiasaan buruk, tetapi juga memiliki kegiatan positif sebagai penggantinya. Dukungan dari orang tua dan pihak sekolah juga sangat berpengaruh dalam proses ini. Konseling akan lebih efektif jika ada kerja sama antara konselor, keluarga, dan guru dalam memberikan perhatian serta pengawasan yang konsisten. Secara keseluruhan, saya berpendapat bahwa konseling memiliki peran yang sangat besar dalam membantu remaja mengatasi kecanduan gadget. Dengan bimbingan yang tepat, remaja dapat belajar menggunakan teknologi secara lebih bijak, sehingga gadget tidak lagi menjadi sumber masalah, tetapi menjadi sarana yang mendukung perkembangan diri mereka bagi masa depan yang lebih baik. fajrianifarah04@gmail.com

Tinggalkan Balasan