Oleh; Nahrisa
Penulis Merupakan Mahasiswa Bimbingan Konseling Islam UIN SUNA Lhokseumawe
Masa remaja itu merupakan masa dimana adanya perkembangan yang ditandai dengan perubahan fisik, emosional, dan sosial yang signifikan. Pada masa ini, remaja banyak mengalami masalah perilaku seperti Kontrol diri, kemampuan untuk mengatur perilaku, emosi, dan pikiran. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kontrol diri yang baik berhubungan dengan keberhasilan akademik, kesehatan mental yang positif, dan hubungan sosial yang sehat (Tangney, Baumeister, & Boone, 2004). Saat ini, banyak remaja sulit dalam menghadapi pengendalikan diri, apalagi dengan adanya godaan media sosial yang menjadi penyebab utama. Self-control, atau pengendalian diri, adalah kemampuan untuk menahan dorongan sesaat demi tujuan jangka panjang.
Menurut teori psikologi seperti model ego depletion dari Baumeister, kekuatan pengendalian diri bisa melemah jika tidak dilatih. Jadi di sinilah terapi zikir telah menjadi salah satu pendekatan spiritual yang efektif dalam membantu remaja mengelola emosi dan perilaku mereka. Artikel ini membahas makna terapi zikir dalam meningkatkan self-control pada remaja, dengan pendekatan yang sederhana namun mendalam.
Terapi zikir adalah serangkaian upaya yang dirancang untuk membantu dan menolong orang dengan cara mengingat Allah SWT atau menyebut nama Allah SWT. Dan fokus utamanya bukan pada obat fisik, tetapi pada menenangkan batin dan kesadaran diri melalui pengulangan lafaz dzikir seperti “Subhanallah”, “Alhamdulillah”, dan “Allahu Akbar”, dalam terapi zikir, biasanya ada panduan yang khusus, misalnya zikir 10 -15 menit setiap hari sambil atur napas dalam-dalam. Makna utama terapi zikir bukan cuma terletak pada efeknya yang holistic saja, dan bukan hanya fisik, tapi juga psikis dan spiritual. Ketika remaja seringย berzikir dengan rutin, otak remaja itu akan mengalami relaksasi melalui aktivasi sistem parasimpatis, mirip dengan meditasi mindfulness. Penelitian dari Journal of Religion and Health (2020) menunjukkan bahwa zikir menurunkan kadar kortisol (hormon stres) hingga 20%, sehingga meningkatkan fokus dan ketenangan.
Adapun mekanisme Peningkatan Self-Control terapi zikir bekerja melalui tiga cara yaitu. Pertama, kesadaran diri (mindfulness): mengulang zikir melatih remaja untuk mengurangi pikiran negatif yang memicu keinginan yang mendadak. Misalnya, saat remaja terserbut tergoda scrolling media sosial berjam-jam, zikir 10-15 menit bisa mengembalikan kontrol.
Kedua, penguatan nilai spiritual: terapi zikir lebih mengingatkan remaja akan tujuan hidup yang lebih besar, sehingga nafsu seperti marah atau nafsu makan berlebih bisa ditahan. Ketiga, efek sosial dan komunitas: dilakukan dalam majelis zikir, terapi ini membangun dukungan khususย yang positif, mengurangi pengaruh buruk dari lingkungan. Ini selaras dengan teori Albert Bandura tentang self-efficacy, di mana keyakinan diri tumbuh melalui pengalaman sukses berulang. Jadi, terapi zikir efektif bangun self-control remaja melalui kesadaran spiritual dan relaksasi. Integrasikan ke rutinitas harian untuk cegah kenakalan dan meningkatkan kualitas hidup. nahrisaicha@gmail.com









