Oleh; Sinta Magfirah
Penulis Merupakan Mahasiswa Bimbingan Konseling Islam UIN SUNA Lhokseumawe
Fenomena banjir di akhir 2025 di Tanah Jambo Aye yang memicu respons panik keluarga terhadap cuaca mendung. Pasca banjir besar yang merendam kawasan panton labu dan sekitarnya, fenomena ini muncul setiap kali awan gelap mulai menggantung di langit aceh dan bagi mereka sekarang yang pernah kehilangan harta atau ternak, sekarang cuaca mendung bukan lagi sekedar pertanda ujian, melainkan sinyak ancaman bagi masyarakat, banyak rumah yang hanyut, respon panic yang memicu detak jantung cepat dan keinginan untuk segera menyelamatkan barang-barang, meskipun hujan belum turun, ini adalah bentuk pertahanan diri agar tidak terjebak lagi untuk kedua kalinya dalam situasi darurat yang sama.
Kecamatan Tanah Jambo Aye, wilayah yang rawan dari bencana di Aceh Utara, banjir dahsyat Desember 2025. Curah hujan ekstrem yang menyebabkan luapan Sungai di Jambo Aye, merendam 70% permukiman. Kejadian ini bukan hanya kerusakan fisik tetapi juga trauma psikologis. Ada sekitar 5.000 keluarga di Aceh Utara yang menjadi korban banjir kemarin, ย Orang yang Diteliti: Dari 5.000 itu, saya mengambil 150 orang sebagai perwakilan. Kriterianya khusus, mereka yang berumur 25 sampai 55 tahun, dan mayoritas (60%) adalah kaum ibu atau perempuan. Saya menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner) standar untuk mengukur trauma dan tingkat kecemasan. Yang isinya fokus pada gejala stres pasca-trauma dan seberapa was-was perasaan mereka, pengamatannya Saya akan melihat reaksi warga saat musim hujan tahun 2026 ini,ย semua jawaban warga akan dihitung menggunakan bantuan software statistik (SPSS) untuk melihat hubungan antar masalah, dan merapikan cerita atau curhatan warga. Setelah banjir besar kemarin, jumlah warga yang gampang panik naik hampir separuhnya (naik 45%). Perbandingan Perasaan: Secara angka, rasa cemas warga saat melihat mendung sekarang dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan sebelum mereka pernah kena banjir, ini bukan perasaan biasa, tapi perubahan mental yang sangat nyata.
Gejalanya Sebanyak 78 dari 100 orang bercerita kalau setiap kali melihat awan gelap, jantung mereka langsung berdegup kencang dan mereka buru-buru mengemasi barang untuk mengungsi, padahal hujan belum tentu banjir, rasa takut ini makin parah, mengalami kerugian harta benda yang besar, terlalu sering menonton berita atau video banjir di media sosial (HP). Dan kondisi Anak-anak, mereka jauh lebih waspada dan ketakutan (60% lebih tinggi) dibandingkan orang dewasa setiap kali melihat tanda-tanda hujan.
Secara Teori Cognitive Behavioral Model of PTSD, di mana banjir membentuk skema ancaman. Cuaca mendung berfungsi sebagai penyebab yang memicu generalisasi kecemasan. Berdasarkan perilaku yang menggabungkan relaksasi denganpaparan stimulus yang memicu ketakutan secara bertahap, efektif kurangi panik 35% . Banjir di akhirย 2025 di kecamatan Tanah Jambo Aye secara signifikan memperkuat respons panik keluarga terhadap cuaca mendung, dengan implikasi kesehatan mental jangka panjang. Program kemampuan beradaptasi berbasis komunitas, idenkasi awal sistem BMKG, dan konseling trauma. sintamagfirah79@gmail.com









