Oleh; Cut Zuhra Amalia
Penulis Merupakan Mahasiswa Bimbingan Konseling Islam UIN SUNA Lhokseumawe
Sebagaimana kita gambarkan bahwa tentang Wanita shalehah seolah standar yang sangat ideal selalu dikagumi oleh banyak orang. Namun diera sekarang atau era modern saat ini,makna dari Wanita shalehah itu sering kali hanya dilihat dari penampilan luarnya saja. Banyak yang berpendapat bahwa Wanita shalehah itu hanya berpakaian,menggunakan hijab,atau rajian beribadah. Padahal,sebelum kita menilai sepihak,ada baiknya kita melihat lebih dalam lagi apakah benar mereka sudah memahami esensinya secara utuh,atau hanya mengikuti tren saja dan label semata?
Apa hakikat sebenarnya dari Wanita shalehah?
Menjadi Wanita shalehah bukan hanya soal simbol-simbol agama yang dipandangi oleh mata saja,melainka soal tentang kualitas hati dan akhlaknya. Seorang Wanita yang shalehah memiliki iman yang sangat kokoh,menjaga lisannya dari perkataan yang tidak baik,serta memiliki akhlak yang sangat mulia terhadap orang tua,keluarga,Masyarakat. keshalehahan tercermin dari ketaatan yang dilakukannya secara kesadaran penuh bukan karena paksaan atau mengharapkan pujian dari orang lain. Ia juga cerdas,mandiri,dan mampu menyimbangkan perannya sebagai hamba allah serta anggota Masyarakat yang bermanfaat. Sayangnya,pemahaman yang dangkal sering kali membuat konsep ini hanya menjadi gaya hidup tanpa diiringi perilaku yang nyata.
Mengapa menjadi shalehah terasa sulit zaman sekarang?
Tantangan zaman sekarang ini memang tidak mudah. Arus informasi yang bebas seperti pergaulan yang bebas,gaya hidup yang serba instan,serta pengaruh media sosial sering kali menjadi godaan yang sangat besar. Nilai-nilai kesederhanaan dan kesabaran sering kali tergeser oleh keinginan untuk tampil sempurna dan diakui orang lain. Selain itu,kurangnya pemahaman agama yang lebih mendalam sehingga membuat banyak orang yang mudah goyah dan bingung membedakan mana yang benar dan salah atau tren sesaat. Akibatnya,menjadi Wanita yang benar-benar taat terasa berat dan membosakan pada era saat ini ,jika tidak dilandasi niat yang Ikhlas dan ilmu yang memadai.
Bagaimana peran keluarga dan lingkungan?
Tentu saja sangat besar perannya,pembentukan karakter Wanita shalehah harus mulai dari rumah. Orang tua memiliki tanggung jawab penuh dalam menanamkan nilai-nilai agama dan moral sejak dini. Lingkungan pertemanan dan masyarakat juga turut membentukan pola pikir. Jika lingkungan mendukung kebaikan,maka akan tumbuh menjadi yang shalehah. Sebaliknya,jika lingkungan kita penuh dengan hal-hal yang melalaikan,maka menjaga prinsip akan menjadi perjuangan yang berat.
Lalu siapa yang harus bertanggung jawab?
Menjadi shalehah Adalah tanggung jawab pribadi setiap Wanita,namun juga membutuhkan juga dukungan lingkungan. Kita membutuhkan sosok teladan yang nyata,bukan hanya cerita masa lalu. Yaitu guru,tokoh masyarakat,dan orang tua juga harus hadir memberikan contoh yang lebih baik. Lebih dari itu,setiap Wanita shalehah harus berniat untuk memperbaiki diri sendiri terlebih dahulu. Menjadi Wanita shalehah ialah proses belajar seumur hidup,bukan status yang bisa dicapai dalam semalam atau sesaat saja.
Penutup
Menjadi Wanita shalehah Adalah sebuah perjalanan yang sangat Panjang yang indah. Ia bukan sekedar pencitraan di media sosial,melainkan komitmen menjaga hati dari perbuatan agar selalu dalam ridha allah. Mewujudkan generasi Wanita yang shalehah membutuhkan Kerjasama antara keluarga,Pendidikan,dan kesadaran diri sendiri. Ketika seorang Wanita memahami posisi dan tugasnya dengan benar,maka ia akan menjadi sosok yang membawa berkah,ketenangan,dan kebahagian bagi sekitarnya,serta menjadi pewaris surga-Nya kelak nanti. zuhra.lsw001@gmail.com









